- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Bagaimana penilaianmu tentang organisasi pergerakan di Indonesia pada masa pendudukan Jepang? Terdapat dua model strategi, ada yang bersifat kooperatif dengan Jepang, tetapi ada nonkooperatif atau gerakan bawah tanah. Jelaskan secara kritis!
Sejarah Indonesia Kelas XI
Kurikulum 2013
Edisi Revisi 2017
Sejarah Indonesia Kelas 11 Semester 2 Latih Uji Kompetensi Halaman 39
Bagaimana penilaianmu tentang organisasi pergerakan di Indonesia pada masa pendudukan Jepang? Terdapat dua model strategi, ada yang bersifat kooperatif dengan Jepang, tetapi ada nonkooperatif atau gerakan bawah tanah. Jelaskan secara kritis!
[ 1 ] Strategi kooperatif yaitu strategi yang dilakukan dengan bekerjasama dengan jepang. Tokoh yang kooperatif terhadap jepang diantaranya adalah Sukarno, Ki Hajar Dewantoro, Moh. Hatta, dan K.H. Mas Mansyur. Atau sering disebut dengan empat serangkai.
Strategi ini dilakukan agar Indonesia terkesan bersahabat dan mendukung jepang. Kemenangan jepang terhadap rusia pada tahun 1905. Juga membuat tokoh nasional yaitu Soekarno terkesan pada kehebatan jepang dan percaya bahwa jepang akan memenangkan perang sehingga ia bersikap kooperatif. Selain itu, sikap kooperatif terhadap jepang juga bisa dipengaruhi karena jepang turut andil dalam mengakhiri penjajahan belanda terhadap indonesia. Sehingga Indonesia merasa punya hutang budi. Faktor lainnya adalah untuk menghindari adanya pertumpahan darah antara indonesia dan jepang. Maka dari itu, strategi kooperatif ini perlu dilakukan. Namun, tujuan utama dari sikap kooperatif terhadap jepang ini, semata-mata dilakukan hanya untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Yaitu, melalui berbagai organisasi bentukan jepang baik organisasi kemasyarakatan, semimiliter, maupun militer. Indonesia menyiapkan mental dan menghimpun persatuan bangsa. Hingga pada akhirnya, keberuntungan menemui bangsa Indonesia, setelah Kota Hirosima dan Nagasaki di jepang di bom atom oleh Amerika. Yang membuat kekuatan jepang melemah. Dan momentum itu dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
[ 2 ] Strategi nonkooperatif atau gerakan bawah tanah yaitu gerakan yang bertujuan untuk mempersiapkan kemerdekaan tanpa bekerja sama dengan Jepang. Tokoh yang termasuk dalam gerakan bawah tanah diantaranya adalah Sutan Sjahrir, Achmad Subarjo, Sukarni, A. Maramis, Wikana, Chairul Saleh, dan Amir Syarifuddin. Salah satu bentuk perjuangan gerakan bawah tanah yaitu dengan memantau perang Pasifik (perang asia timur raya) melalui radio-radio gelap.
selain itu, gerakan bawah tanah ini juga bertujuan untuk menyebarluaskan cita-cita kemerdekaan, menghimpun orang-orang yang berjiwa revolusioner, dan mengungkapkan kebohongan-kebohongan yang dilakukan Jepang. mendidik para pemuda tantang masalah politik dan pengetahuan umum. Memberikan pelajaran-pelajaran guna menanamkan semangat nasionalisme kepada para pemuda Indonesia. Sehingga bangsa Indonesia tidak mudah terpengaruh oleh Jepang. Hal ini dilakukan dengan menghimpun perkumpulan melalui pertemuan-pertemuan yang dilakukan secara rahasia oleh para tokoh gerakan bawah tanah.
Gerakan bawah tanah ini menuai keberhasilan dari hasil pantauan perang pasifik melalui siaran radio internasional menggunakan radio-radio gelap yang mengabarkan berita kekalahan jepang terhadap sekutu. Yang kemudian melatarbelakangi terjadinya peristiwa rengasdengklok dan proklamasi kemerdekaan.
Strategi ini dilakukan agar Indonesia terkesan bersahabat dan mendukung jepang. Kemenangan jepang terhadap rusia pada tahun 1905. Juga membuat tokoh nasional yaitu Soekarno terkesan pada kehebatan jepang dan percaya bahwa jepang akan memenangkan perang sehingga ia bersikap kooperatif. Selain itu, sikap kooperatif terhadap jepang juga bisa dipengaruhi karena jepang turut andil dalam mengakhiri penjajahan belanda terhadap indonesia. Sehingga Indonesia merasa punya hutang budi. Faktor lainnya adalah untuk menghindari adanya pertumpahan darah antara indonesia dan jepang. Maka dari itu, strategi kooperatif ini perlu dilakukan. Namun, tujuan utama dari sikap kooperatif terhadap jepang ini, semata-mata dilakukan hanya untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Yaitu, melalui berbagai organisasi bentukan jepang baik organisasi kemasyarakatan, semimiliter, maupun militer. Indonesia menyiapkan mental dan menghimpun persatuan bangsa. Hingga pada akhirnya, keberuntungan menemui bangsa Indonesia, setelah Kota Hirosima dan Nagasaki di jepang di bom atom oleh Amerika. Yang membuat kekuatan jepang melemah. Dan momentum itu dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
[ 2 ] Strategi nonkooperatif atau gerakan bawah tanah yaitu gerakan yang bertujuan untuk mempersiapkan kemerdekaan tanpa bekerja sama dengan Jepang. Tokoh yang termasuk dalam gerakan bawah tanah diantaranya adalah Sutan Sjahrir, Achmad Subarjo, Sukarni, A. Maramis, Wikana, Chairul Saleh, dan Amir Syarifuddin. Salah satu bentuk perjuangan gerakan bawah tanah yaitu dengan memantau perang Pasifik (perang asia timur raya) melalui radio-radio gelap.
selain itu, gerakan bawah tanah ini juga bertujuan untuk menyebarluaskan cita-cita kemerdekaan, menghimpun orang-orang yang berjiwa revolusioner, dan mengungkapkan kebohongan-kebohongan yang dilakukan Jepang. mendidik para pemuda tantang masalah politik dan pengetahuan umum. Memberikan pelajaran-pelajaran guna menanamkan semangat nasionalisme kepada para pemuda Indonesia. Sehingga bangsa Indonesia tidak mudah terpengaruh oleh Jepang. Hal ini dilakukan dengan menghimpun perkumpulan melalui pertemuan-pertemuan yang dilakukan secara rahasia oleh para tokoh gerakan bawah tanah.
Gerakan bawah tanah ini menuai keberhasilan dari hasil pantauan perang pasifik melalui siaran radio internasional menggunakan radio-radio gelap yang mengabarkan berita kekalahan jepang terhadap sekutu. Yang kemudian melatarbelakangi terjadinya peristiwa rengasdengklok dan proklamasi kemerdekaan.
referensi: https://nasional.kompas.com/read/2018/08/10/14032071/saat-sutan-syahrir-mendengar-berita-soal-kekalahan-jepang-dari-sekutu-pada


Komentar
Posting Komentar