Langsung ke konten utama

Bagaimana penilaianmu tentang pengerahan tenaga romusa oleh pemerintah pendudukan Jepang?


Sejarah Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI
Kurikulum 2013
Edisi Revisi 2017

Sejarah Indonesia Kelas 11 Semester 2 Bab 5 Latih Uji Kompetensi Halaman 60

Bagaimana penilaianmu tentang pengerahan tenaga romusa oleh pemerintah pendudukan Jepang?

Pada awalnya, rakyat Indonesia melakukan tugas romusa secara 
sukarela, sehingga Jepang tidak mengalami kesulitan untuk memperoleh tenaga. Sebab, rakyat sangat tertarik dengan propaganda tentara Jepang sehingga rakyat rela membantu untuk bekerja apa saja tanpa digaji.

Akan tetapi, lama-kelamaan karena kebutuhan yang terus meningkat di seluruh kawasan Asia Tenggara, pengerahan tenaga yang bersifat sukarela ini oleh pemerintah Jepang diubah menjadi sebuah keharusan dan paksaan.

Rakyat Indonesia yang menjadi romusa itu diperlakukan dengan tidak senonoh, tanpa mengenal perikemanusiaan. Mereka dipaksa bekerja sejak pagi hari sampai petang, tanpa makan dan pelayanan yang cukup. Padahal mereka melakukan pekerjaan kasar yang sangat memerlukan banyak asupan makanan dan istirahat. Mereka hanya dapat beristirahat pada malam hari. Kesehatan mereka tidak terurus. Tidak jarang di antara mereka jatuh sakit bahkan mati kelaparan.

Oleh sebab itu, pengerahan tenaga romusa oleh pemerintah pendudukan Jepang sangatlah kejam dan melanggar HAM. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba kamu uraikan dengan singkat, mengapa pergerakan nasional pada tahun 1930-an menjadi lebih moderat! Buatlah dalam lembar kertas folio dan diskusikanlah dengan temanmu!

Sejarah Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 Sejarah Indonesia Kelas XI Semester 2 Bab 5 Latih Uji Kompetensi Halaman 71 Coba kamu uraikan dengan singkat, mengapa pergerakan nasional pada tahun 1930-an menjadi lebih moderat! Buatlah dalam lembar kertas folio dan diskusikanlah dengan temanmu! Moderat yaitu Menghindari perilaku yang bersifat ekstrem. Pergerakan nasional pada tahun 1930-an yang bersifat moderat/kooperatif ini merupakan gerakan perlawanan rakyat Indonesia dengan strategi bekerjasama dengan belanda. Karena pada tahun 1930-an, Indonesia masih dalam masa kependudukan belanda. Pergerakan yang bersifat moderat ini dilakukan karena pergerakan nasional yang dilakukan dengan cara melakukan perlawanan/nonkooperasi menuai kegagalan. Selain itu, pemerintah Kolonial Belanda juga Mengeluarkan aturan tentang pembatasan kegiatan berserikat dan berkumpul bagi organisasi pergerakan. Sebagai akibat dari perlawan yang dilakukan oleh organisasi p...

Apakah Indonesia diuntungkan atau dirugikan dengan adanya pendudukan Jepang?

Sejarah Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 Sejarah Indonesia Kelas 11 Semester 2 Bab 5 Latih Uji Kompetensi Halaman 71 Apakah Indonesia diuntungkan atau dirugikan dengan adanya pendudukan Jepang?   Dengan adanya pendudukan jepang, Banyak keuntungan yang diperoleh Indonesia. Diantaranya adalah : - Kedatangan dan pendudukan jepang telah mengakhiri penjajahan oleh belanda yang telah sekian lama menjajah Indonesia. - Organisasi pergerakan yang diprakarsai jepang banyak memberikan keuntungan bagi bangsa Indonesia, karena di dalam organisasi itu, banyak ilmu yang didapatkan. Sehingga bangsa Indonesia semakin pandai. - Meskipun kemerdekaan Indonesia bukan dari pemberian jepang. Tetapi, badan persiapan kemerdekaan yang juga diprakarsai oleh jepang yaitu BPUPKI dan PPKI. Telah melahirkan dasar negara Indonesia.   Meskipun begitu, selama kependudukan jepang. Indonesia juga dirugikan dengan berbagai kebijakan yang dibuat oleh jepang. Diantaranya...

Langkah yang dilakukan sekutu dalam menghadapi jepang?

Langkah yang dilakukan sekutu dalam menghadapi jepang? Penyebab kegagalan sekutu mencegah kedatangan jepang di pulau jawa? Untuk menghadapi pasukan Jepang, sebenarnya Sekutu sudah mempersiapkan diri, yaitu antara lain berupa tentara gabungan ABDACOM, ditambah satu kompi Kadet dari Akademi Militer Kerajaan dan Korps Pendidikan Perwira Cadangan di Jawa Barat. Di Jawa Tengah, telah disiapkan empat batalion infanteri, sedangkan di Jawa Timur terdiri tiga batalion pasukan bantuan Indonesia dan satu batalion marinir, serta ditambah dengan satuan-satuan dari Inggris dan Amerika. Meskipun demikian, tentara Jepang mendarat di Jawa dengan jumlah yang sangat besar, berhasil merebut tiap daerah hampir tanpa perlawanan.