Langsung ke konten utama

Jelaskan proses Islamisasi di Maluku!

Sejarah Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X
Kurikulum 2013
Sejarah Indonesia Kelas X Semester 2 Bab III Uji Kompetensi Halaman 234 
Jelaskan proses Islamisasi di Maluku!


Proses islamisasi di Maluku tidak lepas dari kegiatan pelayaran dan perdagangan. Yaitu pada abad ke-14 , pada masa Kerajaan Majapahit hubungan pelayaran dan perdagangan antara pelabuhan-pelabuhan terutama Tuban dan Gresik dengan daerah Hitu, Ternate, Tidore bahkan Ambon sendiri sudah sering terjadi. Pada abad tersebut pelabuhan-pelabuhan yang masih di bawah Majapahit juga sudah didatangi para pedagang Muslim. Untuk memperoleh komoditi berupa rempah-rempah terutama cengkeh dan pala, para pedagang Muslim dari Arab dan Timur Tengah lainnya itu juga sangat mungkin mendatangi daerah Maluku.

Hikayat Ternate menyebutkan bahwa turunan raja-raja Maluku: Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan, berasal dari Jafar Sadik dari Arab. Dalam tradisi setempat dikatakan bahwa Raja Ternate ke-12 bernama Molomatea (1350-1357) bersahabat dengan orang-orang Muslim Arab yang datang ke Maluku memberikan petunjuk pembuatan kapal. Demikian pula diceritakan bahwa pada masa pemerintahan Raja Marhum di Ternate, datang seorang alim dari Jawa bernama Maulana Husein yang mengajarkan membaca al-Qur’an dan menulis huruf Arab yang indah sehingga menarik raja dan keluarganya serta masyarakatnya.
Sejarah Indonesia Kelas X Semester 2 Bab III Uji Kompetensi Halaman 86 
Perkembangannya islam baru pada masa Raja Cico atau putranya Gopi Baguna dan dengan Zainul Abidin pergi ke Jawa belajar agama, iman Islam, dan tauhid makrifat Islam. Zainul Abidin (1486-1500) yang mendapat ajaran Islam dari Sunan Giri dan mungkin dari Prabu Atmaka di Jawa dikenal sebagai Raja Bulawa artinya Raja Cengkeh. Sekembalinya dari Jawa ia membawa mubalig yang bernama Tuhubahalul.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana penilaianmu berhasilkah taktik Jepang untuk menguasai Indonesia dengan berbagai propaganda, “Jepang saudara tua”, Pan-Asia dengan “Gerakan Tiga A”?

Sejarah Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 Sejarah Indonesia Kelas 11 Semester 2 Bab 5 Latih Uji Kompetensi Halaman 39 Bagaimana penilaianmu berhasilkah taktik Jepang untuk menguasai Indonesia dengan berbagai propaganda, “Jepang saudara tua”, Pan-Asia dengan “Gerakan Tiga A”? Berbagai propaganda yang dilakukan oleh jepang diantaranya yaitu, kedatangannya ke Indonesia adalah untuk membebaskan rakyat dari cengkeraman penjajahan bangsa Barat dan akan membantu memajukan rakyat Indonesia. Selain itu, melalui program Pan-Asia Jepang juga akan memajukan dan menyatukan seluruh rakyat Asia. Untuk lebih meyakinkan rakyat Indonesia, Jepang menegaskan kembali bahwa Jepang tidak lain adalah “saudara tua”, jadi Jepang dan Indonesia sama. Bahkan untuk meneguhkan progandanya tentang Pan-Asia, Jepang berusaha membentuk perkumpulan yang diberi nama “Gerakan Tiga A”. Pada awalnya propaganda yang dilakukan jepang berhasil menarik simpati bangsa Indonesia, ...

Coba kamu inventarisir alat-alat manusia purba pada zaman batu dan masukkan ke dalam tabel di bawah ini

Sejarah Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Kurikulum 2013 Sejarah Indonesia Kelas 10 Semester 1 Bab 1 Uji Kompetensi Halaman 68 Coba kamu inventarisir alat-alat manusia purba pada zaman batu dan masukkan ke dalam tabel di bawah ini :

Peralatan yang dibuat oleh manusia purba dari batu dapat digunakan sebagai alat serba guna, coba jelaskan dan beri contoh!

Sejarah Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Kurikulum 2013 Sejarah Indonesia Kelas 10 Semester 1 Bab 1 Uji Kompetensi Halaman 68 Peralatan yang dibuat oleh manusia purba dari batu dapat digunakan sebagai alat serba guna, coba jelaskan dan beri contoh! Karena batu merupakan benda padat yang kuat dan awet. Selain itu, batu juga memiliki bentuk yang beragam, ada yang tajam, tumpul, lonjong, bulat, dll. Batu juga dapat dibuat menjadi berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan. Misal dengan cara dipahat atau dikikir. Karena kelebihannya itulah, batu dipilih sebagai alat serba guna untuk memudahkan kehidupan manusia purba. Misalnya untuk berburu, memasak, memotong, menumbuk, bercocok tanam, dll. Selain itu, batu juga dapat digunakan sebagai alat pemantik api untuk membuat api, yaitu dengan cara digosok-gosokkan. Beberapa contoh perlatan dari batu yang digunakan oleh manusia purba : - kapak genggam atau kapak perimbas. Kapak ini digunakan untuk menusuk binatang atau menggali tanah sa...